October 28, 2026

Warga Padukuhan Kronggahan Raya Gelar Upacara Sadranan dan Kirab Bregodo 2026

August 12, 2026

DAPOBUD-OPK: Adat Istiadat,

 

Padukuhan Kronggahan Raya, yang meliputi wilayah Padukuhan Kronggahan I dan Kronggahan II di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menggelar tradisi tahunan Upacara Sadranan dan Kirab Bregodo. Dengan mengusung semangat kebersamaan “Nyawiji Dadi Siji”, kegiatan adat yang sakral dan meriah ini sukses dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Acara berpusat di Komplek Makam Nyi Ronggah, Padukuhan Kronggahan I.

Upacara adat ini diikuti oleh sekitar 650 warga Padukuhan Kronggahan I dan Kronggahan II yang turut hadir langsung untuk meramaikan rangkaian acara. Seluruh warga masyarakat bertindak sebagai pendukung sekaligus penonton, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Kehadiran warga ini mencerminkan kearifan lokal yang kuat akan pentingnya nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta semangat gotong royong dalam bermasyarakat tanpa membeda-bedakan status sosial.

Tradisi Sadranan dan Kirab Bregodo di Padukuhan Kronggahan ini merupakan warisan budaya nenek moyang yang telah konsisten diselenggarakan sejak tahun 1970. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya menjelang datangnya bulan Ramadhan. Dasar dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adat dan tradisi budaya Jawa yang berkembang di masyarakat, keinginan warga untuk melestarikan budaya dan mempererat persatuan, serta hasil musyawarah bersama antara warga Kronggahan I dan Kronggahan II.

Bagi masyarakat setempat, substansi dari acara adat ini adalah sebagai ungkapan doa dan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kenikmatan yang telah diberikan. Selain itu, upacara ini menjadi momen doa permohonan agar selalu diberikan keselamatan dan kemudahan dalam segala aktivitas, sekaligus sebagai wujud penghargaan manusia terhadap alam semesta. Melalui tradisi ini, masyarakat menarik garis vertikal kepada Sang Pencipta dan garis horisontal demi menjaga harmoni antarwarga.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, panitia penyelenggara dan pemerintah padukuhan berharap kegiatan ini dapat menjadi benteng dalam menjaga eksistensi kebudayaan lokal. Tujuan utama dari penyelenggaraan ini adalah untuk melestarikan warisan budaya, menciptakan rasa kekeluargaan, serta menumbuhkembangkan sikap cinta budaya dan peran aktif di kalangan generasi muda agar nilai-nilai kebudayaan tersebut tidak dilupakan atau ditinggalkan.